8 Bahasa Gerakan Mata untuk Mengetahui Isi Hati Seseorang

Dipublikasikan: 17 October 2017
Oleh: Risaru
Kategori: Psikologi

gerakan mata

“Mata adalah jendela hati” begitulah yang dikatakan oleh pepatah kuno. Melalui gerakan matanya, seseorang bisa diketahui apakah hatinya sedang stres, senang, sedih, tertekan, marah, dll. Untuk mengetahui arti gerakan mata seseorang –bagi yang tidak biasa– diperlukan kepekaan berupa usaha lebih dalam memerhatikan gerakan mata seseorang. Setelah kita menyadari gerakan mata seseorang –misalnya, berkedip terlalu banyak– maka barulah dapat kita tafsirkan arti gerakan mata tersebut yang akan diuraikan dalam artikel 7 Bahasa Gerakan Mata untuk Mengetahui Isi Hati Seseorang ini.

1. Terlalu banyak Berkedip

Normalnya, manusia berkedip sebanyak 8 – 15 kali per menit. Apabila seseorang berkedip lebih dari itu, biasanya seseorang sedang dalam keadaan gelisah atau tertekan. Lebih lanjut, seseorang yang sering mengedipkan mata sebenarnya sedang berusaha menjelaskan sesuatu, malu terhadap sesuatu, ataupun sebagai respon terhadap hal yang tidak disukainya untuk didengar. Oleh karena itu, jika lawan bicara kita mengedipkan matanya terlalu sering, maka sebaiknya kita mengganti topik dari pembicaraan itu (Ayogya, 2013). 

2. Jarang Berkedip

Jarang berkedip dapat memiliki banyak arti bahwa seseorang merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari lawan bicaranya, sedang berkonsentrasi terhadap sesuatu, ataupun sedang terpesona karena tertarik terhadap lawan bicaranya (Ayogya, 2013). Diperlukan informasi-informasi lain seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, situasi, keadaan lingkungan, dll untuk mengonfirmasi manakah arti yang sesungguhnya.

3. Melihat ke Arah Kiri Atas

Ketika sedang berbincang-bincang dengan lawan bicara, lawan bicara yang sedang melihat ke arah kiri atas cenderung sedang mengingat informasi tentang pengetahuan atau pengalaman yang dimilikinya (Ayogya, 2013). Ada yang menyebutkan bahwa ketika melihat ke arah kiri, aktivitas “otak kiri” (mengingat fakta, logika) yang lebih dominan.

4. Melihat ke Arah Kanan Atas

Ketika sedang berbincang-bincang dengan lawan bicara, lawan bicara yang sedang melihat ke arah kanan atas memiliki kecenderungan untuk berbohong karena melihat ke arah kanan atas memiliki arti bahwa seseorang sedang menggunakan “otak kanan”-nya (menggunakan kreatifitas dan imajinasinya) (Ayogya, 2013). Biasanya ini terjadi ketika lawan bicara sedang tidak siap merespon pernyataan yang kita tanyakan, maka dia akan mencari jawaban selain yang ada dalam ingatan pengetahuan atau pengalamannya.

5.Melihat ke Arah Kiri Bawah

Seseorang yang sedang melihat ke arah kiri bawah, berarti dia sedang mengenang, mengingat, atau mengambil fakta dari memori otaknya (Ayogya, 2013). Dengan kata lain, orang tersebut sedang melakukan “percakapan batin antara masa lalu dengan masa kininya”. Misalnya, ketika seseorang sedang ditanyakan “bagaimana sih pola komunikasi hubunganmu dengan mantan pacarmu dulu?”

6. Melihat ke Arah Kanan Bawah

Seseorang yang sedang melihat ke arah kanan bawah menunjukkan bahwa sedang terjadi aktivitas berpikir yang melibatkan afeksi (perasaan). Dengan kata lain, orang tersebut sedang melakukan “percakapan batin antara kognisi (pikiran) dengan afeksinya (perasaan)”. Misalnya, ketika seseorang sedang ditanyakan “bagaimana perasaanmu ketika berada di dekat orang yang kamu sukai?”

7. Melihat ke Arah Kiri, Lalu Lurus ke Depan

Mata yang melihat lurus ke depan menunjukkan aktivitas terkait respon terhadap suara. Orang yang melakukan gerakan mata melihat ke kiri, lalu lurus ke depan menunjukkan bahwa dia sedang mengingat bunyi yang pernah didengar dari memorinya (Ayogya, 2013). Misalnya, ketika seseorang membayangkan bagaimana bunyi bebek.

8. Melihat ke Arah Kanan, Lalu Lurus ke Depan

Orang yang melalukan gerakan mata ini berarti sedang menginterpretasikan sebuah suara secara subjektif-afektif. Misalnya, “suara nyanyianmu mirip seperti suaranya Raisa Andriana”

Demikianlah artikel 8 Bahasa Gerakan Mata untuk Mengetahui Isi Hati Seseorang yang menjabarkan informasi-informasi terkait interpretasi atau arti dari gerakan mata tertentu. Namun demikian, perlu diketahui bahwa arti-arti dari gerakan mata di atas bukanlah hal yang mutlak kebenarannya, ada banyak faktor yang memengaruhi seseorang untuk melakukan gerakan-gerakan mata tanpa sesuai dengan interpretasi-interpretasi yang ada di atas. Oleh karena itu, diperlukan informasi-informasi tambahan lain seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, serta ketertarikan, dll  untuk memastikan kebenaran dari arti dari gerakan mata pada artikel ini.

Daftar Pustaka

Ayogya, B. W. (2013). 2 Menit Membaca Pikiran Orang. Yogyakarta: Buku Pintar.

Tags: , , ,