Hidup Adalah Pilihan: Peran Ilmu sebagai Pemilih

Dipublikasikan: 1 November 2017
Oleh: Risaru
Kategori: Umum

hidup adalah pilihan

Hidup adalah pilihan. Hidup adalah hal yang harus dijalani oleh semua manusia. Manusia akan mengalami rasa yang bermacam-macam dalam kehidupannya, seperti senang, sedih, marah, gelisah, cemas, bahagia, jatuh cinta, dll. Apa yang akan dirasakan oleh seseorang ditentukan oleh pilihan orang itu sendiri. Dalam proses kehidupan, ada banyak masalah, cobaan, rintangan, bahkan halangan yang menghambat hidup itu sendiri. Apa yang akan seseorang rasakan ditentukan oleh pilihannya. Dan ketepatan pemecahan masalah ditentukan oleh ilmu yang dimiliki seseorang.

Ilmu adalah berbagai pengetahuan dalam diri individu yang membedakan individu dengan individu yang lainnya. Ilmu dapat diperoleh dari mana saja, asalkan ada niat untuk menuntutnya dengan sungguh-sungguh. Secara garis besar, ilmu terdiri dari dua sumber utama, yaitu:

1. Pengalaman Pribadi

Terdapat pepatah kuno yang mengatakan “pengalaman adalah guru terbaik”. Penyebab pengalaman disebut sebagai guru terbaik adalah karena melalui pengalaman seseorang mengaplikasikan ilmu yang telah dimilikinya. Ketika proses mengaplikasikan ilmu, kecacatan ilmu yang dimiliki oleh seseorang langsung dikoreksi oleh kenyataan dunia. Siklus belajar-aplikasi-koreksi terus-menerus berulang membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Pengalaman Orang Lain

Masa hidup manusia yang rata-rata hanya sekitar 60-70 tahun terkesan sangat kurang untuk menuntut ilmu. Hanya pengalaman pribadi yang berasal dari masa hidup yang sangat sebentar itu tidak mungkin dapat membuat individu menjadi pribadi yang cerdas, arif, dan baik. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk belajar dari pengalaman orang lain agar menambah khazanah ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya.

Pengalaman orang lain dapat dipelajari dari berbagai macam media, seperti posting-an seseorang pada media sosial, biografi dan autobiografi, buku, artikel blog pribadi, dll. Untuk mendapat informasi yang lebih lengkap dan lebih akurat, pengalaman orang lain dapat dipelajari melalui diskusi dengan orang lain. Dan untuk memaksimalkan hasil ilmu yang akan didapat, penting bagi pembelajar untuk menyiapkan pertanyaan-pertanyaan kritis sebagai pemantik proses mengingat dalam sebuah diskusi.

Kualitas ilmu seseorang tidak hanya ditentukan dari banyaknya data yang dimiliki oleh memori dalam otak. Keinginan untuk berpikir dan menganalisis data dalam memori otak sangat penting dimiliki setiap orang untuk menghasilkan ilmu yang baik. Selama apapun seseorang hidup, sebanyak apapun pengalaman orang lain yang telah dipelajari, jika tidak mampu mengolahnya dengan penuh usaha, maka kedewasaan seseorang tidak akan terbentuk secara maksimal.

Peran utama ilmu adalah sebagai pembeda. Seseorang yang berilmu mampu membedakan hal yang baik dan buruk dengan tepat dan akurat. Seseorang yang berilmu mampu membedakan hal yang membutuhkan waktu yang lama dan sebentar. Seseorang yang berilmu mampu membedakan hal yang bermanfaat hanya bermanfaat bagi sendiri dan bermanfaat bagi orang lain Sehingga, seseorang yang berilmu mampu memilih keputusan yang paling tepat untuk diambil dalam menjalani kehidupan.

Demikianlah renungan dalam proses kehidupan yang pada dasarnya adalah pilihan. Ilmu berperan sebagai cahaya. Tanpa ilmu, manusia akan buta, sehingga tidak mampu memilih pilihan yang paling baik, tepat, dan akurat. Sudahkah kita menuntut ilmu sebanyak-banyaknya untuk menghadapi berbagai macam pilihan yang akan disodorkan oleh hidup?

Tags: , , , ,