Masalah Hidup: Pembentuk Karakter Manusia

Dipublikasikan: 10 November 2017
Oleh: Risaru
Kategori: Agama, Islam

masalah hidup

Setiap manusia pasti pernah menghadapi masalah hidup. Sadarkah kamu bahwa pada saat itu Allah sedang mengujimu? Sadarkah kamu bahwa Allah dengan sifatnya yang Maha Penyayang ternyata sangat menyayangimu, bahkan melebihi kasih sayang ibu terhadap anaknya?

Umar bin Khaththab RA berkata: “Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad  SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya (HR Bukhari dan Muslim)

Tidak ada masalah hidup yang tidak bisa diselesaikan. Amanah tidak mungkin salah memilih pundak. Masalah apapun yang sedang kita hadapi, sudah pasti kita memiliki potensi untuk menyelesaikannya, sehingga menjadi kebaikan kita dan menebar manfaat bagi orang banyak, meskipun adakalanya kita mengalami kesulitan yang sangat berat ketika menghadapi masalah tersebut serta banyak tantangan yang harus dilalui untuk mengatasi masalah tersebut. Bahkan, amanah tersebut rasanya terlalu berat untuk kita tanggung. Padahal, Allah telah berfirman bahwa Dia tidak akan memberikan cobaan melainkan sesuai dengan kesanggupan seseorang

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya….” (Q.S Al-Baqarah: 286)

Analogikan cobaan sebagai alat penempa dan manusia sebagai sebuah jenis logam. Sebagai penempa, Allah menempa manusia yang tadinya berupa logam yang bentuknya tidak teratur dan tidak berguna menjadi berbentuk (misalnya, pedang) dan memiliki manfaat (misalnya, membelah batu). Manusia adalah individu yang unik, bagaikan logam yang memiliki berbagai macam jenis (besi, tembaga, baja, dsb). Jika ditempa terlalu keras, besi lebih mudah benyok. Jika ditempa terlalu lemah, baja tidak mudah untuk dibentuk. Begitu pula manusia. Sebagai penempa yang Maha Sempurna, Allah tahu metode apa yang paling tepat untuk menguji seseorang. Dan Allah tidak akan salah memilih alat penempa yang akan digunakan untuk menempa. Setelah proses penempaan selesai, manusia akan menjadi lebih murah hati dan lebih bijak sebagaimana hadis berikut:

Diriwayatkan dari Abu Said RA, Nabi Muhammad SAW pernah berkata:

“Tiada orang yang murah hati kecuali ia pernah tertimpa ujian dan tiada orang yang bijak kecuali pernah tertimpa ujian” (HR Tirmdzi, Ahmad, dan Hakim)

Demikianlah Masalah Hidup: Penempa Karakter Manusia yang ditulis dengan mengutip berbagai sumber syariat Islam. Mohon maaf jika terdapat salah penafsiran karena penulis bukanlah ahli agama, melainkan hanya pembelajar agama. Silakan diambil positifnya dan dibuang negatifnya.

Tags: , , , ,